Shallow Water Mapper: Solusi Pemetaan Batimetri Perairan Dangkal Berbasis Citra Satelit

Indonesia membutuhkan informasi batimetri yang terus diperbarui untuk mendukung pemetaan wilayah pesisir, pengelolaan sumber daya kelautan, penelitian, serta perencanaan pembangunan. Namun, survei lapangan secara menyeluruh membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya yang cukup besar.
PT Luwes Inovasi Mandiri menghadirkan Shallow Water Mapper (SWM), perangkat lunak untuk memetakan dan memperkirakan kedalaman perairan dangkal menggunakan citra satelit multispektral dan algoritma machine learning.
SWM mendukung penggunaan data Landsat dan Sentinel-2, penentuan Area of Interest, koreksi citra, ekstraksi band RGB dan NIR, prediksi kedalaman, serta pengujian akurasi menggunakan data lapangan. Hasil pemetaan dapat diekspor dalam format JPG, PNG, TIFF, dan PDF.
Cara Kerja
Proses pemetaan dilakukan melalui empat tahapan utama:
Menentukan Area of Interest;
Mengakses citra satelit;
Melakukan koreksi dan analisis citra;
Menghasilkan prediksi kedalaman dan menguji akurasinya.
Pendekatan ini membantu mempercepat survei awal, menentukan wilayah yang perlu diperiksa lebih lanjut, dan mengurangi kebutuhan pengukuran lapangan yang terlalu luas. Data lapangan tetap diperlukan untuk validasi apabila pekerjaan membutuhkan tingkat ketelitian tertentu.
Penerapan
Shallow Water Mapper dapat digunakan untuk mendukung:
Survei batimetri pendahuluan;
Perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir;
Pemantauan perubahan perairan dangkal;
Penentuan prioritas survei lapangan;
Penelitian geospasial, lingkungan, dan kelautan.
Dengan menggabungkan citra satelit, GIS, machine learning, dan data lapangan, Shallow Water Mapper membantu menghasilkan pemetaan awal perairan dangkal yang lebih cepat, efisien, dan terukur.
Konsultasikan kebutuhan pemetaan perairan Anda bersama PT Luwes Inovasi Mandiri.