PHANTOM® Wireless Vibration Monitoring: Monitoring Kondisi Mesin Secara Wireless dan Berbasis Data

PHANTOM® Vibration Monitoring menghadirkan solusi condition monitoring wireless yang menghubungkan sensor vibration, BLE 5.0, gateway, database/cloud, dan analytics untuk membantu industri memantau serta memahami kondisi rotating equipment secara lebih praktis dan berbasis data.

Depok — Di lingkungan industri, mesin berputar seperti motor, pompa, blower, gearbox, conveyor, dan berbagai rotating equipment bekerja terus-menerus untuk menjaga proses produksi. Seiring waktu, kondisi mekanis mesin dapat mengalami perubahan yang tidak selalu terlihat secara langsung.

Perubahan kecil pada getaran, temperatur, maupun parameter operasi lainnya dapat menjadi informasi penting untuk memahami kondisi equipment. Karena itu, kemampuan untuk mendapatkan data kondisi mesin secara berkala dan terukur menjadi bagian penting dalam strategi machine health monitoring dan condition monitoring.

Salah satu metode yang banyak digunakan untuk memahami kondisi mekanis equipment adalah vibration monitoring. Dengan memanfaatkan data getaran, tim maintenance dapat memperoleh informasi mengenai perubahan kondisi mesin tanpa harus membongkar equipment.

Kebutuhan inilah yang menjadi dasar PHANTOM® Wireless Vibration Monitoring System, sebuah sistem condition monitoring yang menggunakan sensor wireless untuk mengukur getaran mesin, mengirimkan data melalui gateway, serta menghubungkannya dengan database lokal maupun sistem cloud.

Mengapa Wireless Vibration Monitoring Dibutuhkan?

Monitoring kondisi mesin secara konvensional sering kali bergantung pada inspeksi dan pengukuran yang dilakukan secara periodik. Pendekatan tersebut tetap memiliki peran penting, tetapi terdapat kondisi ketika tim membutuhkan data yang lebih sering atau ingin memantau lebih banyak titik pada equipment.

Pada fasilitas industri dengan banyak rotating equipment, kebutuhan monitoring juga dapat berkembang menjadi semakin kompleks. Jumlah titik pengukuran bertambah, lokasi equipment dapat tersebar, dan pemasangan kabel komunikasi pada setiap titik dapat menjadi tantangan tersendiri.

Wireless vibration monitoring menawarkan pendekatan yang berbeda.

Dengan menggunakan sensor wireless, data getaran dapat dikumpulkan dari titik monitoring tanpa harus menarik kabel komunikasi dari setiap sensor menuju sistem utama. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam penempatan sensor dan pengembangan jumlah titik monitoring sesuai kebutuhan.

Di sinilah PHANTOM® dirancang untuk menjadi bagian dari sistem monitoring kondisi equipment yang lebih terhubung.

Dari Mesin Menjadi Data

PHANTOM® menggunakan sensor wireless yang dipasang pada equipment yang ingin dipantau. Sensor kemudian mengukur kondisi vibration dan mengirimkan data melalui BLE 5.0 atau Bluetooth Low Energy menuju gateway.

Menurut katalog PHANTOM®, komunikasi sensor dapat mencapai hingga 100 meter dalam kondisi line of sight, atau sekitar 50 meter ketika terdapat penghalang seperti dinding.

Pendekatan wireless memberikan fleksibilitas dalam implementasi sistem monitoring. Tidak adanya kebutuhan kabel komunikasi dari setiap sensor dapat membantu menyederhanakan proses instalasi, terutama ketika sistem diterapkan pada beberapa titik monitoring.

Namun, manfaat PHANTOM® tidak berhenti pada pengiriman satu nilai vibration.

Sistem mendukung FFT spectrum dan waveform, sehingga pengguna dapat memperoleh data vibration yang lebih lengkap untuk membantu memahami karakteristik dan perubahan kondisi mesin.

PHANTOM® memiliki bandwidth hingga 10 kHz, dengan rentang amplitudo mulai dari ±8G dan dapat dikonfigurasi hingga ±32G. Interval pengiriman spectrum dapat diatur mulai dari setiap 10 menit hingga 1.440 menit atau 24 jam, sesuai kebutuhan monitoring.

Gambar 1. Arsitektur Wireless Vibration Monitoring PHANTOM® & Wiser

Satu Sistem untuk Berbagai Kebutuhan Monitoring

Dalam penerapan di industri, vibration bukan satu-satunya parameter yang dapat memberikan informasi mengenai kondisi equipment.

PHANTOM® dapat menjadi bagian dari sistem monitoring yang mengintegrasikan berbagai parameter lain, seperti:

  • Vibration

  • Temperature

  • Electrical Current

  • Rotational Speed

  • Pressure

  • Flow

  • Tank Level

Integrasi berbagai parameter tersebut memungkinkan kondisi equipment dilihat tidak hanya dari satu jenis data, tetapi melalui kombinasi informasi yang relevan dengan karakteristik mesin dan proses yang dipantau.

Pendekatan ini dapat menjadi penting ketika tim maintenance ingin memahami hubungan antara perubahan vibration dengan kondisi operasi equipment.

Monitoring Rotating Equipment Secara Lebih Fleksibel

PHANTOM® dapat diterapkan pada berbagai jenis rotating equipment, tergantung kebutuhan monitoring dan karakteristik mesin.

Beberapa contoh equipment yang dapat menjadi objek monitoring antara lain:

  • Motor

  • Pump

  • Fan dan Blower

  • Gearbox

  • Conveyor

  • Bucket Elevator

  • Hammer Mill

  • Pellet Mill

  • Berbagai equipment rotating lainnya

Dengan pendekatan wireless, jumlah titik monitoring dapat dikembangkan sesuai kebutuhan sistem. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi industri yang ingin memulai monitoring dari beberapa critical equipment sebelum memperluas penerapannya ke area atau equipment lainnya.

Dari Sensor ke Gateway, Database, dan Cloud

Nilai sebuah sistem vibration monitoring tidak hanya terletak pada kemampuan sensor dalam mengukur getaran. Data yang dikumpulkan perlu dapat diteruskan, disimpan, dan diakses oleh pengguna.

Dalam arsitektur PHANTOM®, data vibration dari sensor dikirimkan secara wireless melalui BLE menuju gateway. Gateway kemudian meneruskan data menuju database lokal maupun cloud system EI-Analytic™.

Data tersebut dapat diakses melalui perangkat seperti:

Sensor → Gateway → Database/Cloud → Analytics → User

Dengan alur tersebut, informasi kondisi equipment dapat menjadi bagian dari sistem monitoring yang lebih luas.

Pemantauan juga tidak harus selalu dilakukan dengan berada tepat di depan mesin. Data yang tersedia melalui sistem dapat membantu tim terkait memperoleh informasi kondisi equipment melalui perangkat yang digunakan, seperti komputer, smartphone, maupun tablet.

Gambar 2. Topologi PHANTOM® Vibration Monitoring

Dari Monitoring Menuju Analytics

Mengumpulkan data merupakan langkah awal dalam condition monitoring. Tahap berikutnya adalah memahami apa yang ditunjukkan oleh data tersebut.

Dalam ekosistem PHANTOM®, DigiVibeMX diperkenalkan sebagai analytics engine yang menyediakan advanced diagnostics dan automated scoring.

Sistem ini juga menawarkan pendekatan:

“Total customization: your data, your rules.”

Pendekatan tersebut memungkinkan proses analisis disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan karakteristik equipment yang dipantau.

Dengan demikian, sistem tidak hanya menghasilkan kumpulan data vibration, tetapi menyediakan lingkungan untuk membantu pengguna melakukan analisis kondisi mesin secara lebih terstruktur.

Gambar 3. Diagnosis Lanjutan dan Penilaian Otomatis

Bagaimana PHANTOM® Mendukung Machine Health Monitoring?

Secara sederhana, alur PHANTOM® dapat dipahami melalui lima tahapan:

1. Measure — Mengukur
Sensor PHANTOM® menangkap data vibration dari equipment.

2. Transmit — Mengirimkan
Data dikirimkan secara wireless menggunakan BLE 5.0.

3. Collect — Mengumpulkan
Gateway menerima data dari sensor dan meneruskannya ke sistem.

4. Store — Menyimpan
Data dapat diteruskan menuju database lokal maupun cloud.

5. Analyze — Menganalisis
Data vibration dapat digunakan dalam proses analytics dan diagnosis kondisi equipment.

Alur tersebut menghubungkan mesin dengan data, kemudian menghubungkan data dengan pengguna.

Lebih dari Sekadar Mengukur Getaran

Vibration monitoring pada dasarnya bukan hanya tentang mengetahui seberapa besar getaran sebuah mesin.

Nilai yang lebih penting adalah kemampuan untuk memperoleh data kondisi equipment secara konsisten, melihat perubahan dari waktu ke waktu, dan menggunakan informasi tersebut sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan maintenance.

Dengan pendekatan tersebut, data vibration dapat menjadi salah satu komponen dalam strategi machine health monitoring, terutama untuk equipment yang memiliki peran penting terhadap keberlangsungan proses produksi.

PHANTOM® menghadirkan pendekatan tersebut melalui kombinasi:

Wireless Sensor + BLE 5.0 + Gateway + Database/Cloud + Analytics

Kombinasi tersebut memungkinkan sistem monitoring dikembangkan dari beberapa titik equipment hingga kebutuhan monitoring yang lebih luas sesuai kebutuhan industri.

Apakah Wireless Vibration Monitoring Cocok untuk Equipment Anda?

Setiap equipment memiliki karakteristik, tingkat kritikalitas, kondisi operasi, dan kebutuhan monitoring yang berbeda.

Karena itu, penerapan wireless vibration monitoring perlu disesuaikan dengan:

  • Jenis dan karakteristik equipment

  • Jumlah titik monitoring

  • Kondisi operasi mesin

  • Parameter yang ingin dipantau

  • Frekuensi pengambilan data

  • Arsitektur jaringan

  • Kebutuhan analisis dan reporting

Tim Luwes dapat membantu mendiskusikan kebutuhan tersebut untuk menentukan pendekatan monitoring yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kenali PHANTOM® Vibration Monitoring

Ingin mengetahui bagaimana PHANTOM® Wireless Vibration Monitoring System dapat diterapkan pada rotating equipment di fasilitas Anda?

Hubungi tim Luwes untuk mendiskusikan kebutuhan monitoring, jenis equipment, jumlah titik pengukuran, dan kemungkinan penerapan sistem.

Pelajari PHANTOM® Vibration Monitoring dan lihat spesifikasi lengkapnya melalui katalog produk.

Download: Catalog PHANTOM®

PT Luwes Inovasi Mandiri
Industrial IoT & Monitoring Solutions
🌐 www.luwesinovasimandiri.com
📷 Instagram: @luwesinovasimandiri
💼 LinkedIn: Luwes Inovasi Mandiri
📘 Facebook: LuwesSolutions
📲 whatsapp : +62 811-8185-5558
📍 Kantor Luwes : Depok, West Java, Indonesia

PT Luwes Solusi Spasial
Wireless Machine Health Monitoring & Predictive Maintenance Solutions
🌐 www.luwessolusispasial.com
💼 LinkedIn: PT Luwes Solusi Spasial
📧 Email : marketing@luwessolusispasial.com
📲 WhatsApp: +62 812-3537-2853
📍 Kantor Luwes : Depok, West Java, Indonesia

Kembali ke Publikasi